26 September, 2009

Senyawa Kimia Cinta (love chemistry compound)

Penyebab utama terjadi perubahan perasaan seseorang menjadi lebih gembira,lebih enjoy,dan lebih happy itu adalah hasil perubahan senyawa yang ada dalam tubuh.Tubuh ini menyimpan beribu-ribu senyawa yang berperan mengatur suasana hati,sedangkan otak berperan penting sebagai "pusat pengendali" terjadinya proses kimia cinta.Cinta sama halnya dengan candu kimiawi.Jatuh cinta merangsang pusat kenikmatan yang berbeda di otak untuk meningkatkan dopanin(zat kimia yang menentukan rasa nikmat dan menimbulkan "ketagihan") sama seperti ketika kita memakan colelat : kita tidak bisa berhenti sebelum cokelat itu habis.

Senya kimia yang berperan penting tersebut adalah senyawa feromon.Senyawa feromon pada manusia dihasilkan oleh kelenjar endokrin pada ketiak,wajah(telinga,hidung,dan mulut).kulit,dan kemaluan.Senyawa ini akan mulai aktif dan berfungsi dengan baik pada saat seseorang memasuki masa puber,termasuk organ seksual.Sifat senyawa feromon itu sendiri tidak dapat dilihat oleh mata,volatil(mudah menguap),tidak dapat diukur,tetapi ada dan dapat dirasakan oleh manusia.Senyawa ini akan keluar pada saat tubuh bekeringat dan dapat bertahan pada pakaian yang kita gunakan.Menurut para peneliti dan pskikolog,feromon dapat mempengaruhi hormon-hormon dalam tubuh terutama otak kecil manusai,juga dapat menimbulkan rasa ketertarikan pada lawan jenis,baik itu perasaan suka,cinta,gairah seksual,siklus haid,atau bahkan saat memilih teman yang cocok.

Dengan demikian secara ilmiah,perasaan cinta dan sayang yang timbul antara dua orang berlainan jenis tidak terlepas dari peranan senyawa" kimia yang membentuk rasa cinta diantara keduanya tersebut.Feromon sama persis dengan hormon yang diproduksi ratu lebah untuk mengenali jenis lebah kawanannya.Feromon pada manusia befungsi sebagai pengontrol emosi dan perasaan seseorang terhadap lawan jenis nya.Jika kita naksir seseorang,tubuh akan secara otomatis mengeluarkan wewangian khusus.Dan jika yang ditaksir merasa cocok dengan wangi tersebut,maka cinta pun akan bersemi.

Hebatnya hormon ini bekerja diluar tubuh dengan menggunakan bantuan udara dan embusan angin.Feromon tidak bekerja untuk memengaruhi individu penghasilnya,tetapi memengaruhi lawan jenis penghasil lainnya yang sejenis.Senyawa ini keluar melalui keringat atau bau tubuh (badan) yang terkonsentrasi di dalam lengan lalu menguap dan terbawa udara di ruangan terbuka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar